About Ardhanamesvari

Aku adalah anak kelas 1 SD yang suka bermain dan bercerita

Menang Lomba Fotografi

Di sekolah ketika Peringatan Hari Kartini, diadakan 3 lomba. Yang pertama lomba fotografi dan kreasi pigura. Yang kedua, lomba membuat komik. Yang ketiga pemilihan Dimas Diajeng SD Tumbuh 2.

Aku mengikuti lomba fotografi dan kreasi pigura. Aku memotret ibu guru TK-ku karena ibu guru adalah salah satu contoh Kartini modern yang hebat. Pigura harus dibuat dari barang bekas. Aku membuat membuat pigura dari karton bekas yang pingirnya diwarnai dengan crayon lalu dihias dengan kertas kado bekas.

Aku menjadi juara kedua lomba itu. Hadiah yang aku dapat adalah album foto, sticker timbul mini dan sertifikat. Ini pengalamanku yang menyenangkan :)

Menyayangi Teman ABK

Ibuku bercerita kalau bulan April ini adalah bulan untuk memberi perhatian kepada orang-orang autis. Kalau aku sih hampir setiap hari bertemu dengan teman-teman yang autis karena di sekolahku ada anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Ada yang autis, ada yang sakit jantung, dan lain-lain. Ada yang harusnya sudah SMA, tapi masih SMP.

Mereka anaknya baik-baik lho! Kadang-kadang sih agak sering ngganggu, tapi mereka tetap bersahabat dengan anak-anak yang lain. Mereka menganggu karena belum mengerti saja dengan apa yang harus dilakukan. Jadi anak-anak yang lain tidak boleh mudah marah, harus mengerti.

Teman-teman yang autis ini juga pintar mengerjakan soal setiap hari kalau pelajaran dimulai. Dan mereka jarang remidi lho!

Jadi setiap hari kami sudah menyayangi teman-teman yang autis dan ABK lainnya.

Earth Hour

Hari ini adalah hari pertamaku mengalami earth hour. Malam ini pada jam setengah sembilan sampai jam setengah sepuluh kami mematikan semua lampu yang ada di dalam rumah dan kami gantikan dengan lilin.

Earth hour ini berguna untuk menghemat listrik yang ada di bumi.

Pak RT yang mengingatkan bahwa malam ini mematikan lampu satu jam saja. Jadi, malam ini di RT-ku gelap gulita.

Sekarang aku mau tidur. Good bye!

Kesalahan Lagu Ambilkan Bulan

Tadi aku belajar science tentang benda langit. Aku belajar kalau bulan tidak memiliki cahaya. Yang punya cahaya adalah bintang dan matahari.

Tapi di lagu Ambilkan Bulan Bu ada syair “di langit bulan benderang, cahya-nya sampai ke bintang” Padahal bulan sendiri tidak memiliki cahaya. Justru bintang yang punya cahaya.

Apakah pencipta lagu ini tidak belajar tentang benda langit?

Putri Berambut Emas

Ada seorang ratu yang memiliki 4 orag putri. Yang 3 berambut coklat dan yang 1 berambut emas. Nama anak pertama Amrita, nama anak kedua Devika, anak ketiga Arini, dan yang keempat Aurilia. Aurilia setiap hari selalu diejek oleh ketiga kakaknya karena hanya dia yang berambut emas.

Suatu hari, Aurilia bersama ketiga kakaknya akan berangkat sekolah dan Arini mengejek Aurilia seperti biasa.

Di sekolah Aurilia adalah anak baru. Karena baik hati dan suka menolong Aurilia dsukai oleh teman dan guru. Aurilia suka bermain dengan semua orang walauu banyak perbedaan diantara mereka semua, misalnya berbeda warna kulit dan warna rambut. Dia punya banyak teman sehingga ketiga kakaknya iri padanya.

Akhirnya ketiga kakaknya bertanya kepada Aurilia cara punya banyak teman. Aurilia bercerita tentang bagaimana cara untuk memiliki banyak teman.

Mereka pun sekarang tidak mengejek Aurilia lagi. Akhirnya mereka hidup bahagia selamanya.

(Cerita ini aku tulis untuk ikut lomba menulis cerita rakyat di sekolah hari ini)

Rumah Makan Perkusi

Suatu hari, dibangunlah sebuah rumah makan yang diberi nama Rumah Makan Perkusi. Rumah makan ini kemudian dikenal sebagai rumah makan yang makanannya sangat enak dan penyajiannya sangat sempurna. Banyak pelanggan yang senang makan disana. Bahkan beberapa karyawan disana juga suka mencoba roti yang mereka buat.

Rumah makan itu dinamakan Rumah Makan Perkusi karena mereka melakukan semuanya seperti bermain alat musik perkusi. Selama pelanggan menunggu makanan disajikan, beberapa karyawan memainkan alat musik perkusi yang membuat mereka sabar menunggu pesanan. Pesanan yang paling terkenal adalah roti bakar. Mereka mencetak roti, menaruhnya dan memberi meses dengan cara dipukul-pukul, seperti memainkan alat musik perkusi. Contohnya, mereka mengambil roti dan dipukulkan ke piring sehingga berbunyi “buk buk buk.. buk buk buk” kemudian diberi meses dengan memukul-mukul tempat mesesnya sehingga berbunyi “crekk crekk creekk” setelah itu, ditutup dan dicetak dengan alat untuk mencetak roti dengan dipukul-pukul juga. Kemudian diberi krim di tengah-tengah rotina dengan cara memukul-mukul botol krim-nya sehingga berbunyi “bluupp bluuup”. Pelanggan jadi lebih terhibur karena mendengan musik perkusi dari dapur juga.

Setelah menyajikan makanan, karyawan dapur kembali memasak sedangkan karyawan yang memainkan musik tetap memainkan musik sampai pelanggan pulang. Pelanggan diantar sampai ke pakiran dan mereka menaiki kendaraan. Begitulah cerita tentang Rumah Makan Perkusi.

Liburan Semester

Setelah ujian akhir semester kemarin, aku libur semester selama 3 minggu lebih. Aku senang karena ada sekolah-sekolah lain yang liburnya hanya 2 minggu. Selama liburan aku banyak bermain di rumah, tapi kadang-kadang juga melakukan kegiatan di luar. Ini foto-fotonya:

Belajar membuat gerabah di Taman Pintar

Foto bersama dengan Barbie di Malioboro Mall. Barbie-nya cantik sekali!

Cooking class (membuat pizza) di Papa Rons

Pelangi dan Bunga

Di suatu pagi yang cerah, tiba-tiba turun hujan yang deras. Lalu, setelah hujan reda, muncul pelangi yang indah berwarna-warni. Hujan juga membuat bunga bermekaran di setiap taman.

Setelah kejadian itu, semua jadi indah dan megah. Karena bunga dan pelangi semua orang jadi gembira. Mereka bermain di halaman rumah. Memandang suasana dan pemandangan itu membuat mereka senang daan sangat tak betah bermain di dalam rumah saja.